Tanaman Pekarangan Terawat Dengan 8 Tips Sederhana

Spread the love

Setiap rumah senantiasa menyajikan pemandangan yang dapat membuat nyaman dan menyenangkan hati setiap pemiliknya. Pemilik rumah akan memanfaatkan setiap sudut dan ruang kosong di sekitar rumahnya menjadi suatu hal yang menarik. Salah satu cara pemanfaatan ruang atau lahan kosong rumah adalah dengan berkebun. Berkebun di pekarangan akan memberikan suasana sejuk dan rileks. Jenis tanaman yang dapat ditanam pun beraneka ragam mulai dari tanaman hias, tanaman obat, maupun sayur-sayuran.  Namun, terkadang tanaman pekarangan tidak dapat tumbuh sesuai harapan pemilik rumah karena kurangnya pengetahuan dalam merawat tanaman. Tanaman tidak akan mati apabila pemilik rumah dapat memenuhi kebutuhan di setiap tahap pertumbuhannya.

Beberapa Cara Merawat Tanaman Pekarangan

Tanaman pekarangan merupakan tanaman yang ditanam di lahan rumah yang tidak digunakan sebagai ruangan tertentu. Tentunya tanaman pekarangan sangat membutuhkan perawatan tertentu agar tetap hidup dengan baik. Bagi Anda yang hobi berkebun di pekarangan rumah, berikut adalah 8 tips sederhana perawatan tanaman di pekarangan rumah sendiri :

  • Menyiram secara teratur

Tanaman sangat membutuhkan air untuk melakukan fotosintesis. Keberadaan lahan yang sempit membuat akar tanaman sulit menjangkau sumber air. Oleh karena itu, tanaman perlu disiram dua kali sehari setiap pagi dan sore hari.

  • Pemupukan

Pupuk diberikan untuk memenuhi hara yang dibutuhkan tanaman untuk hidup. Bertanam di pekarangan memiliki skala yang kecil sehingga kebutuhan hara dapat dipenuhi menggunakan pupuk kandang yang diberikan sesuai dosis tanaman.

  • Penggantian pot atau polibag

Kebanyakan tanaman pekarangan ditanaman dengan media pot atau polibag yang terbatas ukurannya. Otomatis pot/polibag perlu diganti karena tanaman semakin besar. Penggantian pot bertujuan agar pertumbuhan akar tidak terhambat.

  • Penimbunan dan penggantian tanah

Cara ini lebih dikhususkan untuk tanaman yang ditanam di pot atau polibag. Tanah akan berkurang dan tidak menutupi akar karena penyiraman atau hujan. Tanah sebaiknya ditambah hingga menutup akar serta diganti beberapa bulan sekali untuk mengembalikan kemampuan tanah untuk menunjang pertumbuhan akar.

  • Menjaga kebersihan tanaman

Di samping tanaman  utama, pasti ada tanaman lain yang mengganggu. Tanaman tersebut menjadi pesaing dalam mendapat sinar matahari, air maupun hara sehingga perlu dicabut agar tanaman dapat tumbuh optimal.

  • Kendalikan serangga dan penyakit tanaman.

Kendala yang paling utama dalam bertanam di lahan pekarangan adalah serangga pengganggu dan penyakit. Pemilik harus teratur dalam memeriksa tanaman agar kerusakan dapat dicegah. Cara mudah mengatasi serangga dan penyakit yaitu dengan membuang serangga merugikan dan memangkas bagian tanaman yang bergejala penyakit kemudian memusnahkannya.

  • Berikan pencahayaan yang cukup

Lahan yang terbatas dapat menghalangi tanaman untuk memperoleh sinar matahari. Padahal tanaman membutuhkan sekali cahaya untuk membuat makanannya. Perhatikan lingkungan tumbuh tanaman dan singkirkan apapun yang menghalangi sinar matahari menyentuh tanaman secara langsung.

  • Pemangkasan

Batang atau ranting yang terlalu lebat dapat menghalangi tanaman untuk mendapat cahaya secara utuh. Pemilik perlu memangkas batang atau ranting secara berkala dengan menggunakan gunting pangkas atau secara langsung namun tetap hati-hati.

Sukses Merawat Tanaman Pekarangan

Kesuksesan dalam bertanam di pekarangan bukan hanya ditentukan oleh cara perawatannya. Pemilik sangat memegang andil agar tanaman dapat tumbuh optimal. Rasa suka menanam menjadi dasar tanaman dapat tumbuh. Dengan rasa suka tersebut pastinya pemilik akan menjaga dan mengontrol tanaman serta tidak membiarkan tanaman miliknya terbengkalai.

Dengan menggunakan 8 tips di atas maka tanaman pekarangan Anda dapat tumbuh subur dan bertahan lama. Tentu saja keberhasilan menanam di pekarangan sangat ditentukan oleh ketelatenan pemilik dalam merawat tanaman.